Pencahayaan
adalah mengatur takaran cahaya yang harus sampai ke film untuk suatu pemotretan. Hal itu bergantung pada
kepekaan film (ASA/ISO) yang digunakan dan kekuatan cahaya yang menerangi objek yang dipotret. Pencahayaan
diatur melalui kecepatan rana dan lubang diafragma,yang bersama sama meluluskan takaran cahaya yang diperlukan untuk emulsi film yang menampungnya. Berapa banyaknya cahaya harus lulus dapat ditentukan dengan mengatur sendiri(manual) artinya, kita sendiri yang mengatur kombinasi antara
kecepatan rana dan bukaan diafragma. Tetapi kebanyakan kamera RLT (Refleks
Lensa Tunggal) memilik ialat pengukur cahaya di dalam badannya yang berhubungan
secara elektronis dengan kecepatan rana dan diafragma.Alat itu disebut alat pengukur cahaya(lightmeter). Kamera ini juga dapat mengatur pencahayaan secara otomatis yang disebut auto exposure. Langkah langkah yang kita lakukan dalam memotret adalah,memasukkan film ke dalam kamera, memilih/menentukan objek,
membidik objek, mengatur ketajaman (focusing), menyesuaikan pencahayaan, memencet tombol pelepas rana, memutar balik film/rewinding, mencuci&mencetak. Memilih dan menentukan objek yang menjadi sasaran pemotretan antara lain anak-anak(Children), Portraiture,Photo Journalism,
Fashion, Olah Raga (Sport), Wildlife, Food Photography, UnderwaterPhotography, Industrial, Landscap, Architecture, Wedding. Pada saat membidik objek
hendaknya kita perlu memperhatikan komposisi, jatuhnya sinar serta latar belakang. Ada banyak teori serta tehnik yang telah dikembangkan dalam duniafotografi, namun hanya beberapa saja yang menjadi dasar yang paling pokok yaitu: 1. penguasaan terhadap kamera, 2. penguasaan terhadap sifat dari
lensa, 3. pengusaaan
terhadap cahaya dan sifat pencahayaan, kecepatan 4. menangkap moment dan sudut pengambilan gambar. Dari keempat dasar penguasaan tehnik foto, nomor 1 sampai 3 dapat kita pelajari dengan mudah, sedangkan yang keempat lebih bersifat kepada bakat atau kemampuan seseorang. Untuk mendapatkan foto
yang baik ada faktor
dasar yang harus kita kuasai diantaranya, dapat mengatur ketajaman gambar, dapat mengatur
pencahayaan serta dapat mengatur pembatasan gambar atau komposisi gambar.
Komuditas kartu pos sudah semakin jarang. Kartu pos sudah dikalahkan teknologi. DANTO'S POST CARD adalah komuditas kartu pos yang mengambil tema siar. Berminat bisa email, PM, FB, SMS ke +62085775840569. 50 ex. Rp.150.000 untuk wilayah Indonesia sudah termasuk ongkos kirim.( 50 ex. U$ 100 ). Donasi No. Rek. 0005279566 Bank BNI 46.
KESEDERHANAAN DALAM HITAM PUTIH
Warna secara psikologis punya pengaruh terhadap rasa. Warna-warna tertentu menjadi simbol dari sesuatu. Merah misalnya melambangkan keberanian, hitam melambangkan kemurungan, putih melambangkan kesucian. Warna-warna terang melambangkan keceriaan. Warna hitam putih adalah warna yang menunjukkan kesederhanaan.
Dalam dunia fotografi, warna merupakan salah satu elemen penting dalam membuat suatu karya foto. Menatap karya foto hitam putih, kadang menimbulkan kesan yang lain. Kadang timbul eksotis, mistis, religis dan menunjukkan pernyataan yang lebih bermakna mendalam. Pernyataan Ansel Adam seniman fotografi abad ini "Forget what it looks like. How does is feel?" Menjadi tak berlebihan dalam kontek ini.
Kesederhanaan sebuah kata yang mudah sekali diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan. Dalam kondisi bangsa yang mempunyai utang ribuan trilyun, kesederhanaan menjadi kata kunci yang semestinya dilakukan mulai dari pejabat kelurahan sampai pejabat paling tinggi beserta wakil-wakil rakyatnya. Mereka semestinya bisa menjadi panutan masyarakat.
Apakah mereka bisa menjadi panutan dalam hal kesederhanaan ?....................................................
Justru dalam kehidupan petani, nelayan, buruh, orang yang terpinggirkan kadang kita malah bisa menemukan contoh kesederhanaan.
Bisakah kita berkesederhanaan? .............................
Dalam dunia fotografi, warna merupakan salah satu elemen penting dalam membuat suatu karya foto. Menatap karya foto hitam putih, kadang menimbulkan kesan yang lain. Kadang timbul eksotis, mistis, religis dan menunjukkan pernyataan yang lebih bermakna mendalam. Pernyataan Ansel Adam seniman fotografi abad ini "Forget what it looks like. How does is feel?" Menjadi tak berlebihan dalam kontek ini.
Kesederhanaan sebuah kata yang mudah sekali diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan. Dalam kondisi bangsa yang mempunyai utang ribuan trilyun, kesederhanaan menjadi kata kunci yang semestinya dilakukan mulai dari pejabat kelurahan sampai pejabat paling tinggi beserta wakil-wakil rakyatnya. Mereka semestinya bisa menjadi panutan masyarakat.
Apakah mereka bisa menjadi panutan dalam hal kesederhanaan ?....................................................
Justru dalam kehidupan petani, nelayan, buruh, orang yang terpinggirkan kadang kita malah bisa menemukan contoh kesederhanaan.
Bisakah kita berkesederhanaan? .............................
Senin, 18 Januari 2016
Memotret dengan Teknik Zooming
Memotret dengan teknik zooming
Memotret
teknik zomming dilakukan dengan cara atur jarak, kemudian atur kecepatan rana
pada 1/30 detik dan sesuaikan dengan diaframa. Pemotretan menggunakan tripod,
karena tangan yang kiri untuk menarik/memutar lensa dan yang kanan untuk
menekan tombol pelepas rana. Buat
sedemikian rupa sehingga saat penekanan tombol bersamaan dengan
penarikan/pemutaran lensa.
Sabtu, 18 April 2015
Pemotretan "Landscape"
Memotret pemandangan/landscape yang perlu dilakukan adalah mengamati objek dengan berbagai macam kondisi pencahayaan dan perbedaan waktu kalau objek yang menarik itu dekat lokasinya. Kalau lokasi jauh maka pemotret harus lebih banyak megetahui hal-hal yang mau dipotret dengan membaca buku atau mencari literatur lainnya. Baru mempersiapkan pemotretan.
Selasa, 02 Desember 2014
Selasa, 15 April 2014
Studio
Studio fotografi ada dua macam, out door studio dan indoor studio. Untuk out door studio yang perlu diperhatikan adalah lighting, back-ground & side ground serta posisi matahari sedang indoor studio yang perlu mendapat perhatian lighting serta back-ground & side ground. Lighting untuk studio ada studio flash dan studio lighting.
Posisi dan fungsi lampu studio
1. Main light
Sebuah lampu kilat yang berfungsi sebagai main light menjadi lampu utama dalam pemotretan artinya sebuah lampu yang ditujukan untuk memunculkan sebentuk wajah dari model. Main light biasa diletakkan pada posisi kurang lebih 45 derajat dari model.
2. Fill in light
Lampu kilat yang berfungsi sebagai fill in light atau cahaya pengisi dipasang pada kekuatan dua stop dibawah main light. Biasanya diletakkan di samping kamera dan hampir frontal (disebut juga front light).
3. Hair light
Posisi lampu ini diletakkan sebagai high light tetapi agak lebih ke belakang dari model. Tujuannya agar sinar lampu kilat tidak ikut mengenai wajah model. Jika mengenai wajah dapat menimbulkan efek mengganggu seperti : munculnya bayangan bulu mata di bawah mata atau bayangan hidung yang jatuh di mulut.
4. Side-back light
Lampu kilat diletakkan di samping belakang model, kira-kira pada sudut 120 derajat. Kekuatan dua stop lebih besar. Side-back light ini biasa digunakan untuk memperoleh efek rim light (efek kilauan cahaya pada bagian pinggir suatu benda).
5. Back light
Posisi lampu kilat 180 derajat di belakang model. Dapat menimbulkan efek rim light di sekeliling rambut model.
6. Background light
Untuk foto ilustrasi agar latar belakang seimbang dengan model.
DIAGRAM POSISI PENCAHAYAAN
Kamis, 03 April 2014
Kertas Foto
Perbedaan Kertas Foto berwarna dan film
berwarna.
Kertas foto lapisan-lapisan emulsinya
beralaskan kertas putih yang cemerlang dan tidak tembus cahaya. Film berwarna
lapisan-lapisan emulsinya beralaskan plastik yang jernih dan tembus cahaya
(transparan).
Kertas foto lapisan emulsinya mengandung
perak halida yang pada lapisan atasnya peka merah, lapisan tengah peka hijau
dan pada lapisan bawah peka biru. Film berwarna lapisan emulsinya mengandung
perak halida yang pada lapisan atasnya peka biru, lapisan tengah peka hijau dan
pada lapisan bawah peka merah.
Konstruksi Kertas Foto Berwarna
Lapisan Pada Kertas Foto :
1.Lapisan pelindung.
2.Lapisan emulsi pertama dengan perak
halida yang peka cahaya merah dan coupler (kopler) pembentuk warna cyan.
3.Gelatin jernih sebagai pemisah.
4.Lapisan emulsi kedua dengan perak halida
yang peka cahaya hijau dan coupler pembentuk warna magenta.
5.Gelatin jernih sebagai pemisah.
6.Lapisan emulsi ketiga dengan perak halida
yang peka cahaya biru dan coupler pembentuk warna kuning.
7.Lapisan resin untuk melindungi kertas.
8.Alas berupa kertas yang cemerlang.
9.Resin sebagai pelapis kertas.
Kedua permukaan kertas dilapisi dengan
resin sehingga tidak menghisap larutan obat-obatan, begitu pula air pembilas,
maka kertas itu hemat dalam pemakaian obat-obatan, juga memperpendek waktu
pembilasan karena tidak memerlukan air yang banyak untuk membilas atau
membersihkannya serta membuat foto cepat kering. Selain itu, setelah kering
kertas tidak menggulung, tetapi tetap rata.
Kertas yagn dilapisi resin disebut “Resin
Coated” (RC). Pabrik Agfa Gevaert menamakan kertas buatannya “Poly Ethelene
Coated” (PE) karena plastik untuk melapisi kertas fotonya mereka sebut “Poly
Ethelene”.
Tekstur Kertas Foto
Tekstur atau pola permukaan kertas untuk
foto berwarna ditentukan oleh resin atau poly ethelene yang melapisinya.
Artinya, kalau lapisan itu licin sebelum keatasnya dilumarkan emulsi, maka permukaan
foto akan licin pula. Tetapi kalau lapisan itu diberi pola tertentu, maka
permukaan foto mengikuti pola yang terdapat pada lapisan itu.
Kodak memasarkan kertas untuk foto
berwarnanya yang bernama Ektacolor dengan tiga macam permukaan sebagai berikut
:
F
= Glossy = berkilat.
N
= Lustre = setengah berkilat.
Y
= Silk = berupa sutra.
Fuji menggunakan huruf pertama dari
perkataan yang menyatakan sifat permukaan kertas sehingga mudah di ingat.
G
= Glossy = berkilat.
L
= Lustre = setengah berkilat.
S
= Silk = berupa sutra.
M
= Matt = tidak berkilat.
Selain mempunyai beberapa kelebihan, kertas
yang dilapisi resin atau plastik mempunyai kekurangan pula, yaitu :
-
Plastik menyebabkan permukaan kertas mudah patah, apalagi kalau kertas itu
besar ukurannya. Karena itu kita harus berhati-hati dalam mengerjakannya.
-
Mudah cacat oleh goresan kuku jari atau benda keras lainnya. Tetapi hal ini
takkan terjadi kalau kertas di cuci dalam tabung pencuci.
Ukuran Kertas Foto
Dijual dalam bentuk lembaran dan gulungan.
Kertas lembaran buatan Kodak dapat dibeli dalam ukuran :
-
20 X 25 cm dalam kotak isi 25 dan 100 lembar.
-
28 X 35 cm dalam kotak isi 50 lembar.
-
40 X 50 cm dalam amplop isi 10 lembar.
-
50 X 60 cm dalam amplop isi 10 lembar.
Selasa, 25 Maret 2014
Alat Pencetak Foto
Alat Pencetak Foto
Alat cetak
tradisional yang disebut kotak pencetak biasa digunakan dengan penyinaran lampu
petromaks atau listrik yang berkekuatan kurang lebih 40 wat. Kotak pencetak
sudah digantikan alat canggih yang disebut enlarger.
Enlarger
Enlager
adalah alat pembesar gambar, yang tersusun dari beberapa bagian. Di mana antara
bagian yang satu dengan bagian yang lainnya terkoordinasi dalam satu sistem
kerja untuk melakukan proses pencetak gambar dari film negatif.
Ada dua
macam Enlanger :
-
Untuk
cetak foto warna
-
Untuk
cetak foto Hitam putih
1. Enlarger Foto Berwarna
Pada Enlanger untuk cetak warna terdapat
beberapa piranti tambahan yang mendasari perbedaan dengan enlanger untuk cetak
hitam putih.
- Infra Red – Reflektor Sistem
Menangkap seluruh warna sinar yang diprodusir
oleh lampu halogen. Juga berfungsi sebagai pengurang efek panas dari lampu.
Cahaya yang terpancar dari reflektor tidak lagi merupakan sinar yang
dipancarkan lampu, tetapi telah berubah karakter menjadi sinar “ UV” (Ultra
Violet).
B. Triple
Filter Color
Adalah : Cyan (C), Magenta (M), dan Yelow
(Y)
Dari sistem enlager foto color, sinar yang
dibiaskan oleh reflektor infra merah akan menghasilkan warna sinar UV.
Selanjutnya sinar UV tersebut, disaring oleh ketiga filter color menjadi kombinasi
warn-warna yang akan dan mampu menerjemahkan semua warna yang terdapat pada
negatif warna. Sistem pengaturan warna,
dari porsi sedikit hingga pada porsi banyak dalam sebuah gambar foto. Diatur
oleh perangkat sensor color yang terdapat pada enlarger.
C. Right
Engle Reflektor
Fungsi : Pengurang panas dari sinar yang berasal dari
lampu yang akan mengenai film, juga akan bertindak sebagai pemantul sinar-sinar
dari filter-filter cyan, magenta dan yellow.
D. Difusi
Box (Mirror Tunel/ Light Pipe)
Berbagai warna cahaya yang berasal dari
Right Engle Reflektor akan mengalami
fusi dalam sistem difusi box ini.Pemantulan Sinar reflektor akan mengurangi
energi dan efek panas dari cahaya tsb.
Berakibat melemahnya daya proyeksi emulsi film ke kertas foto. Untuk
mengatasi hal ini, Diciptakan perangkat “ Difusi box “ yang mampu membaurkan cahaya tersebut
tanpamengurangi energi sedikitpun dari sinar tersebut.
Diagram
Sistem Enlarger
Ket.
- Lampu Halogen
- Reflektor Infra merah
- Filter cyan
- Filter Magenta
- Filter yellow
- Engle replektor
- Difusi box/ mirror Tunel light Pipe
- Beberapa sistem
- Lensa
- Negatif Carier
- Sistem Diafragma
- Sistem level
Enlarger
Foto Hitam Putih
Bagian-bagian
Enlarger Foto Hitam Putih
A. Bagian Utama
Peranannya sangat vital dalam menghasilkan
gambar.
1. Lensa
Lensa 1 berfungsi menangkap sinar
secara langsung dari bola lampu yang terlebih dahulu melalui ruang sela (difusi
box). Sinar dari bola lampu yang karakternya menyebar akan dikumpulkan oleh
lensa ini sebelum mengenai film . Lensa 2 berfungsi menyitakan gambar ke kertas
foto.
2. Difusi Box
Mampu membaurkan spektrum sinar dari
bola lampu untuk BW tanpa dilengkapi dengan lapisan kaca.
3. Sistem
Diafragma
Seperti pada kamera memiliki
beberapa variasi bukaan. Untuk memudahkan pencetakan gambar dari negatif yang karakternya bermacam-macam, ( Under atau
Over Exposure).
4. Lampu Enlarger Dan Lamp House
Lamp House : Tempat dimana lampu
sebagai man polser tercetak. Lampu enlarger dengan berbagai karakter kekuatan
pijar banyak tersedia di pasaran .
Ex. Omron
Halogen Lamp
Fungsi : Menyetabilkan posisi film agar tidak goyah
yang berakibat kaburnya gambar, juga berfungsi untuk mendapatkan format gambar
yang bagus.
B. Bagian
Pendukung
1. Tiang Penyangga
Fungsi : Menyetabilkan posisi dan menghilangkan efek
goyangan pada body alat cetak.
2. Sistem Level
Fungsi : untuk posisi fokus dan format, juga digunakan
untuk menentukan pembesaran gambar yang dikehendaki.
3. Blak Film
Penyetabil kedudukan film yang akan
dicetak.
4. Laminated Base Board
Untuk menempatkan kertas yang akan
disinari atau bisa disebut sebagai meja alat cetak.
Kertas Foto
Macam-macam
kertas foto hitam putih yang banyak di pasaran antara lain :
-
Chen
fu B/w Paper
-
Ilford
-
Xiamen
-
Hunter
-
Sterling
-
Zuhow
-
Sea
gull
Enlarger
Enlarger
yang beredar dipasaran
-
Fuji
moto enlarger
-
Zennit
35 mm
-
Beta
II
-
Universal
Alpua II
-
Axomat
II
-
Oppemus
III
-
Krokus
Enlarger dan krokus 44
-
Durst
F-30
Test
Print
Untuk
menyetabilkan standar mutu cetakan ada baiknya membuat standar cetak dan
diafragma yang digunakan. Hal ini berguna untuk memperkirakan tingkat
penyinaran yang baik Di Lab B/W kita. Yakni mulai dari paling dekat hitanya,
hingga pada tingkat putih yang sempurna.
Membuat
standar Diafragma
Bila menginginkan hasil cetakan dengan
kertas penyinaran yang stabil dan rata, kita harus menentukan standar
diafgragma kita pakai. Misalnya F/5,6 maka kita harus menggunakan bukaan
diafragma tersebut untuk mencetak kondisi film apapun. Dengan tujuan kita bisa
memperkirakan lamanya waktu penyinaran, baik pada film yang tipis maupun pada
film-film tebal (Over Lighting)
Membuat
Standar Cetakan
Tes cetakan yang hitam sempurna bisa
diperoleh dengan cara menyinari negatif yang bening sempurna. Untuk lebih
akurat kita bisa membuat tes cetakan dalam bentuk “stripes tes prin” yakni
cetakan dengan perbedaan selang waktu yang teratur antara yang satu dengan yang
lain, misalnya masing-masing selisih 1 detik. Pada kondisi bukaan diafragma
yang sama.
Langganan:
Postingan (Atom)
















